Arak Bali: Minuman Tradisional yang Iconic dan Otentik

Arak Bali

Minuman Tradisional Arak Bali

Arak Bali adalah minuman beralkohol yang dibuat dengan fermentasi berbagai campuran bahan seperti nira, mayang, kelapa, tebu, dan berbagai jenis biji, terutama beras. Ada dua jenis Arak yang tersedia di Bali, masing-masing terbuat dari kelapa dan Nira. Kabupaten Karangasem adalah penghasil arak bali terbesar.

Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali membuat minuman ini legal, meskipun mengandung alkohol. Selain itu, minuman ini sering digunakan sebagai persembahan dalam upacara Hindu Bali, yang disebut “Arak Tabuh” atau “Arak Berem.”

Tidak ada keraguan bahwa minuman ini sangat populer. Arak Bali memiliki akar di setiap aspek kehidupan masyarakat Bali, mulai dari minuman saat berkumpul hingga menjadi alat untuk upacara adat dan keagamaan. Setelah makan besar, orang biasanya minum Arak Bali sebagai pendamping untuk menambah rasa.

Arak Bali

Bahan baku arak biasanya tergantung pada sumber daya alam dan karakteristik desa perajin arak. Arak Bali murni menggunakan tuak dari pohon kelapa, pohon enau atau aren, dan pohon lontar.

Langkah – Langkah Pembuatan Arak

Berbeda dengan minuman beralkohol seperti bir dan whiskey yang dibuat dari gandum, arak Bali dibuat dari nira yang diperoleh dari pohon kelapa. Untuk menghasilkan alkohol, nira yang telah disadap diproses selama periode fermentasi tertentu.

Setelah fase fermentasi berakhir, kandungan alkohol dalam nira meningkat, yang menyebabkan perubahan rasa dan tekstur. Setelah difermentasi, nira tersebut kemudian disulingan selama sekitar dua belas jam. Selama proses ini, masyarakat Bali biasanya menambahkan rempah-rempah ke dalam minuman untuk meningkatkan rasa dan aromanya.

Jahe, cengkeh, kayu manis, vanili, dan beberapa rempah lainnya sering digunakan untuk membuat minuman beralkohol ini. Dibuat dengan cara tradisional, minuman ini memiliki cita rasa yang sangat asli. Rasa arak Bali berkembang sesuai dengan permintaan konsumen dan semakin dikenal.

Banyak orang, baik di Bali maupun di luar negeri, menyukai minuman beralkohol ini. Saat ini, banyak kafe dan bar di daerah kota seperti Denpasar dan Badung di Bali menjual Arak dengan berbagai rasa. Selain itu, ada beberapa hal yang menarik tentang Arak Bali. Berikut adalah beberapa fakta menarik yang harus Anda ketahui tentangnya.

Fakta Arak Bali

Arak Bali: Warisan Budaya Tak Benda

Arak Bali

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia telah menetapkan Arak Bali sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2022. Keputusan ini dibuat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 414/P/2022.

Selain itu, untuk melindungi para produsen arak Bali, pemerintah Provinsi Bali membentuk Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan Destilasi Khas Bali.

Khasiat Arak Khas Bali

Pada KTT G20 pada Agustus 2022, Arak Bali menjadi suvenir. Beberapa sumber mengatakan bahwa produsen asal Denpasar, Ida Ayu Puspa Eny, adalah perajin arak Bali yang terpilih untuk acara sebesar G20.

Sejujurnya, ia telah meracik arak sejak tahun 2008. Iwak Arumery adalah merek arak Bali saat ini. Dia menjamin bahwa arak yang dia buat terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi yang berasal dari campuran berbagai jenis buah-buahan, serta arak murni. Untuk memastikan bahwa arak buatannya aman untuk dikonsumsi, dia mengakui bahwa produknya telah bersertifikat BPOM.

Arak Tanpa Bahan Kimia

Arak Bali terkenal sebagai salah satu minuman tradisional asli Bali, yang dibuat secara alami dengan bahan-bahan yang sudah ada dari alam. Meski memiliki kandungan alkohol yang cukup tinggi, namun faktanya arak Bali tidak menggunakan tambahan alkohol atau bahan kimia lain. Bahan utama yang digunakan adalah tuak pohon kelapa.

Karena pada dasarnya arak Bali menggunakan bahan alami saat pembuatan, maka minuman tradisional ini juga sedap dicampur dengan bahan alami lain. Mulai dari rempah-rempah, buah-buahan, hingga bahkan madu, bisa membuat arak ini semakin sedap diminum. Beberapa buah yang dicampurkan antara lain mangga, jeruk Bali, nanas, hingga beragam jenis beri.

Sertifikat Aman dari BPOM

Arak Bali terkenal sebagai minuman tradisional Bali yang dibuat secara alami dengan bahan-bahan alami. Meskipun mengandung banyak alkohol, itu tidak dibuat dengan alkohol atau bahan kimia lainnya. Tuak pohon kelapa adalah bahan utama yang digunakan.

Ketika arak Bali dibuat, sebagian besar bahan alami digunakan. Oleh karena itu, minuman tradisional ini juga enak ketika dicampur dengan bahan alami lainnya. Untuk menambah rasa arak ini, Anda dapat menggunakan berbagai rempah-rempah, buah-buahan, bahkan madu. Beberapa buah yang dicampur termasuk nanas, jeruk Bali, mangga, dan berbagai jenis beri.

Ragam Arak Bali

Arak adalah minuman beralkohol yang umumnya dihasilkan dari fermentasi bahan-bahan seperti buah-buahan atau beras. Berikut adalah beberapa jenis arak Bali yang cukup terkenal:

Arak (Original)

Arak merupakan arak tradisional yang dibuat dari beras merah atau beras ketan hitam. Proses pembuatannya melibatkan fermentasi beras dan distilasi. Arak umumnya memiliki kadar alkohol yang tinggi dan digunakan dalam berbagai ritual adat atau upacara keagamaan di Bali.

Arak Madu (Arak Temulawak)

Arak Madu adalah varian arak yang dicampur dengan madu, rempah-rempah, dan kadang-kadang ditambahkan dengan akar temulawak. Arak ini dianggap memiliki rasa yang lebih halus dan kaya, dengan sentuhan manis dari madu dan aroma rempah-rempah.

Arak Beras (Arak Putih)

Arak Beras adalah jenis arak yang dibuat dari fermentasi beras putih. Proses distilasi kemudian dilakukan untuk meningkatkan kadar alkohol. Arak ini memiliki rasa yang cukup kuat dan sering digunakan dalam berbagai minuman campuran.

Arak Kelapa

Arak Kelapa adalah arak yang dibuat dari air kelapa yang difermentasi dan kemudian didistilasi. Minuman ini memiliki aroma dan rasa yang khas dari kelapa, memberikan sentuhan tropis pada pengalaman meminumnya.

Arak Hitam (Arak Putih Cap Tikus)

Arak Hitam atau Arak Putih Cap Tikus diberi nama demikian karena seringkali dijual dalam botol-botol berlabel “Cap Tikus”. Arak ini terkenal karena kadar alkoholnya yang tinggi. Meskipun popularitasnya cukup besar di kalangan wisatawan, perlu diperhatikan bahwa beberapa produk ilegal atau oplosan juga bisa dijumpai, sehingga konsumsi harus dilakukan dengan hati-hati.

Penting untuk dicatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah meningkatkan regulasi terkait produksi dan penjualan arak untuk memastikan kualitas dan keamanan konsumen. Oleh karena itu, wisatawan disarankan untuk membeli arak dari toko-toko terpercaya atau produsen resmi, atau bisa juga menyewa kendaraan sendiri untuk membeli langsung di desa-desa produsen arak tradisional. Wisatawan perlu sewa kendaraan bermotor seperti rental mobil termurah di bali atau sewa motor terbaik untuk wisata di Bali.

Konsumsi arak juga harus dilakukan dengan bijak dan bertanggung jawab. Sebagai generasi penerus wajib menaruskan tradisi, banyak jalan dan cara dalam melestarikan tradisi satu ini, mulai dari produksi hingga pemasarannya, Semoga minuman tradisional Arak Bali ini terus dipertahankan dari generasi ke generasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *